Selasa, 12 April 2016

Could it be love?

+ cinta... Hari ini ga usah masuk aja deh yaa...
- lhoo...kan mas harus kerja. Bekerja juga buat adem kan...
+ iya tau...tapi cinta di rumah aja ya sama akuu..

Ada ga sih teman- teman yang punya cerita seperti di atas? Ketika ditinggal suami berangkat kerja itu jadi baper?? Ga mau ditinggal..
Keluar kota?? 
Bukan.. Tempat kerja hanya 15 menit perjalanan dari rumah.
Atau adakah yang tiba- tiba tanpa alasan ingin bertemu suami, lalu pas lewat dekat kantornya, mampir. Waktu ditanya 'ada apa?' Dengan polos jawab, 'ga ada apa- apa..pingin ketemu aja'.

Aih. Mungkin pada saat seperti itulah dinamakan sedang jatuh cinta. 
Saya tidak membayangkan bagaimana pasangan yang menjalani LDM- long distance marriage- hingga bertahun- tahun. Atau pasangan yang punya waktu kerja masing- masing hingga larut malam dan harus bergegas berangkat di pagi buta. 

Tapi mungkin itulah cinta. 
Tidak sebatas dibayangkan bagaimana cara berkomunikasinya, seberapa sering intensitas pertemuannya, seberapa besar perhatiannya, dll. Karena mungkin itulah cinta yang telah dipupuk dalam hati; berkomunikasi melalui perasaan, mencurahkan perhatian melalui doa.. atau apa pun yang tidak nampak dalam pandangan mata namun bisa dimiliki bagi yang punya perasaan cinta. 

Cinta dan manja itu beda. 
Perasaan itu tidak bisa berbohong. Itulah cinta. 
Sedangkan sikap dan perilaku itu bisa dimanipulasi. Itulah manja. 
Seperti penggalan di atas; sekilas tampak seorang istri yang manja tidak mau ditinggal suami. Tapi ketika endingnya seperti ini : 
+ Ya udah deh...Bekerjanya ati- ati yaa biar bisa cepet pulang. Jangan lupa sholat dhuhanya

inilah cinta ♡♡

Rabu, 23 Maret 2016

Lawan Malasmu

Bentar lagi deh.. 5 menit lagi. Istirahat bentar ga papa kaan..
(Sambil buka notifikasi di hp, ngecek FB, IG, BBM, WA, Line)
------dan 5 menit menjadi 15, 15 menjadi 30-----

Ya ampuuuunn.... tumpukan cucian piring banyak amat siiihh?? Pasti butuh waktu lama. Ntar aja lah nunggu waktu rada luang. Mau koordinasi dulu di grup WA.
 ------dan ketika koordinasi di grup WA sudah selesai, ternyata bersambung ke agenda lain. Selesai agenda, capek. Dan apa kabar cucian??

Padahaaal ternyata cucian piring itu bisa diselesaikan tidak lebih dari 15 menit :D

*Adakah yang pernah mengalami seperti cerita di atas??
Hoho.
Kalau begitu boleh kali ya kita toss dulu *sambil tutup muka. Kali ini mari kita tidak berbincang tentang hal yang ndhakik- ndhakik; melainkan lebih pada bercermin bersama.

Jujur, seringkali saya menyadari dengan sendirinya; bahwa malas itu hanya ada di pikiran. Tidak ada orang yang terlahir dan tumbuh dengan kemalasan yang melekat.
Nyatanya ketika malas itu seperti mental block yang berhasil dipecahkan, semua terasa terang.
Nah persoalan yang perlu dipecahkan adalah apa sih yang menyebabkan malas itu sering mampir di pikiran kita??
Saya coba memberikan analisa versi saya yaa.. Boleh lho ditambah atau dikurangi :)

1. Tidak/ kurang punya impian/ cita- cita
Hah??? Lebay amat siih... malas disambungin sama cita- cita?? Emang nyambung ya?
Coba aja yuk cari benang merahnya :) seseorang yang memiliki impian atau cita- cita yang kuat pasti dalam pikirannya sudah tertata sedemikian rupa apa saja yang akan dilakukan. Bukan hanya rencana jangka panjang, tapi sampai detail per harinya, atau bahkan per jamnya. Dan orang seperti ini biasanya tidak akan merelakan rencananya terganggu. Ga percaya?? Coba saja :D

2. Tidak bisa membuat manajemen waktu
Ini memang hal yang susah- susah gampang! Susah dalam menata urutan berdasar skala prioritas, tapi sebenarnya gampang ketika sudah berhasil menemukan polanya. Bisa diantisipasi dengan membuat catatan- catatan kecil harian dengan detail waktunya. Setidaknyaaa kalau ada daftar yang mau dipindah- pindah bukan lantas meniadakan yang lainnya. Dan satu lagi, ternyata lebih efektif kita selesaikan satu- satu pekerjaan tapi fokus lho dibandingkan mengerjakan beberapa pekerjaan bersamaan tapi ga fokus *kecuali pekerjaan sambilan yang dibantu mesin, asisten, dan penunjang lain. Coba deh :D

3. Terlalu 'baik' dengan diri sendiri
'Baik'nya dengan porsi toleransi yang terlalu besar. Hohoo..
Lha terus...masa diri kita ga boleh istirahat??
Boleh laaahh.. Karena itulah cantumkan khusus 'me time' juga di daftar agenda harian agaaarr tidak terlalu jenuh :)

4. Lingkungan yang kurang mendukung
Widiiihhh... Lingkungan dibawa- bawa..
Eh ternyata bener lho bahwa lingkungan ini sangat berpengaruh. Seseorang yang berada di lingkungan yang low- motivated bisa dengan mudah muncul pikiran 'ah,,nanti deh.. si A juga masih gitu..'
Pun sebaliknya, orang yang berada di lingkungan kompetitif, akan lebih termotivasi untuk 'menang'.
Ya minimal memenangkan malas dalam diri.

5. Lalai atau tidak menyadari sepenuhnya bahwa waktu tidak akan berulang.
Wah ini.. Paling sereeemm.. Dan semoga kita dijauhkan dari kelalaian ini yaa karena benar- benar kerugian yang nyata!!

Eh ini kali yaa yang bisa saya tuangkan.. Semoga bisa menjadi catatan bersama agar malasnya tidak sering- sering mampir yah :)

#inspirasi #pejuangmimpi #lawanmalasmu